Selasa, 14 Januari 2014

ANALISIS STATISTIK MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS (STUDI KASUS ANALISIS STATISTIK MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS DI KANTOR POLRES SANGGAU KALIMANTAN BARAT)




ANALISIS STATISTIK MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS

(STUDI KASUS ANALISIS STATISTIK MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS DI KANTOR POLRES SANGGAU  KALIMANTAN BARAT)
Merupakan karya tulis yang di buat sendiri menurut pengamatan serta pengkajian saya tentang analisis statistik masyrakat terhadap peraturan lalu lintas di kantor polres sanggau kalimantan barat, ini tidak pernah mengandung bagian skripsi atau karya tulis yang pernah di terbitkan atau di tulis oleh peneliti lain kecuali kutipan naskah/ refernsi yang telah tercantum nama pengarang maupun tahun yang di muat dalam skripsi ini apabila ternyata kemudian hari pernyataan ini tidak benar saya sanggup menerima sanksi akademi maupun dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.


ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis Statistika Statistik Masyarakat Terhadap Peraturan Lalu Lintas di kantor polres sanggau kalimantan barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriftif kuantitatif. Penelitian diskriptif adalah uraian, paparan atau keterangan. Tujuan penelitian diskriptif adalah untuk mengetahui paparan, uraian terhadap suatu kasus yang sedang diteliti. Dengan mengetahui paparan ini maka diharapkan peneliti dapat menganalisis dan memecahkan suatu masalah secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang didapat disuatu daerah tertentu.
Di setiap Pemerintahan baik tingkat II, tingkat I, dan bahkan Pemerintah tingkat pusar sekali pun tidak luput dari peraturan dan hukum yang selalu mengatur berjalannya suatu Pemerintahan dan mengatur Masyarakat-masyarakatnya.Karna apabila tampa peraturan maka pemerintah akan binggung dan tidak mampu mengendali sutu pemerintahan tersebut, maka dari itu dengan pegangan peraturan-peraturan dan hukum yang telah disepakati maka satu pemerintahan dapat berjalan dengan baik, walaupun masih ada masyarakat-masyarakat yang tidak mengindahkan peraturan-peraturan tersebut, tapi setidaknya mampu dikendalikan dengan hukum yang telah tentukan.
Masalah tentang peraturan-peraturan lalu lintas di Indonesia selama ini kurang dibahas secara luas dan secara mendasar sebagaimana yang terdapat di berbagai Negara-negara maju, walaupun kita menyadari bahwa selama ini masih banyak peraturan-peraturan lalu lintas yang tidak ditaati oleh masyarakat.Di jalan sering kita lihat dan kita jumpai masyarakat-masyarakat yang tidak mentaati peraturan lalu lintas, pada hal peraturan lalu lintas tersebut perlu diterapkan dan ditaati. Karena semua itu merupakan suatu arahan yang baik kepada masyarakat penguna jalan.
Berdasarkan uraian yang dikemukan di atas bahwa peraturan lalu lintas sanggat berperan penting dalam mengatur masyarakat berlalu lintas, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan judul ANALISIS STATISTIK  MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS  (Studi Kasusu Analisis Statistik Masyarakat Terhadap Peraturan Lalu Lintas Di Kantor Polres Sanggau Kalimantan Barat)

 

Jumat, 10 Mei 2013

TUGAS : TERM PAPER KODE ETIK MATA KULIAH : ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DOSEN : SUGENG RUSMIWARI

Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. 
Pendapat dari T Hani Handoko: (T.Hani Handoko, Manajemen , BPFE Yogyakarta, 1986, hal 294)
Kepemimpinan itu merupakan suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
Pendapat dari Soewarno Handoyo Ningrat : (Soewarno Handoyo Ningrat, Pengantar Ilmu Studi Administrasi dan Manajemen, CV. Haji Masagung Jakarta, 1980, hal. 64)

Kesimpulan

Dari pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok dalam usahanya mencapai tujuan didalam situasi tertentu.
kode etik dalam kepemimpinan:
a .Seorang pemimpin harus berperilaku sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan 
b. Seorang pemimpin harus berperilakul sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda.
c. Seorang pemimpin harus berperilaku dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri
d. Seorang pemimpin harus berperilaku dengan teguh
e. Seorang pemimpin harus berperilaku secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Kesimpulan 
kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

a .Seorang pemimpin harus berperilaku sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan 
b. Seorang pemimpin harus berperilaku sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda.
c. Seorang pemimpin harus berperilaku dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri
d. Seorang pemimpin harus berperilaku dengan teguh
e. Seorang pemimpin harus berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. 

TUGAS : KEPEMIMPINAN DEMOKRASI MATA KULIAH : ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DOSEN : SUGENG RUSMIWARI


KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS

Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannya sebagai indikator, hubungan dengan bawahannya bukan sebagai majikan terhadap pembantunya, melainkan sebagai saudara tua diantara temen-teman sekerjanya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi bawahannya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha-usahanya, selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, serta mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.

Tipe kepemimpinan ini menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam organisasi. Tipe ini diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung dan penyelamat dari perilaku yang ingin memajukan dan mengembangkan organisasi. Di samping itu, diwujudkan juga melalui perilaku pimpinan sebagai pelaksana.

Dalam melaksanakan tugasnya, pemimpin yang demokratis mau menerima bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik-kritik yang dapat membangun dari para bawahan yang diterimanya sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya.

Selain itu, pemimpin yang demokratis mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada bawahannya, mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan, senantiasa berusaha membangun semangat bawahannya dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. Di samping itu, juga memberi kesempatan bagi timbulnya kecakapan memimpin pada anggota kelompoknya dengan jalan mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawabnya.

TUGAS : TERM PAPER MATA KULIAH : MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DOSEN : SUGENG RUSMIWARI


PENGERTIAN MANAJEMEN

Istilah manajemen berasal dari kata kerja “manage” dan menurut kamus The Random House Dictionary Of The English Language, college Edition, perkataan manage berasal dari bahasa italia manegg(iare) yang bersumber pada perkataan latin “manus” yang berarti “tangan” secara harfiah manegg(iare) berarti “menangani atau melatih kuda”, secara maknawiah berarti “ memimpin, membimbing atau mengatur”.
Sumber
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 04.

George  R. Terry manajemen merupakan  sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain.

Sumber
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 05.

KESIMPULAN
manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian,memimpin, membimbin, mengatur, penggiatan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan.


FUNGSI MANAJEMEN
Henry Fayol menyatakan bahwa fungsi manajemen diimplementasikan menurut tahap-tahap: planning, organizing, commanding, coordinating. Sementara itu, Luther gulick mengurutkannya lebih banyak lagi, yakni : planning, organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan budgeting.
Sumber 
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 06.


FUNGSI FUNDAMENTAL
Terry menanggapnya sebagai proses. Yakni proses aktivitas yang terdiri dari empat sub-aktivitas yang masing-masing merupakan fugsi fundamental. Keempat sub-aktivitas itu yang dalam dunia manajemen dikenal sebagai P.O.A.C  adalah singkatan dari : 
· Planning = perencanaan 
· Organizing = pengorganisasian 
· Actuating = penggiatan/pengawasan
· Controling = pengawasan

Sumber 
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 06.

Kesimpulan
Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa fungsi manajemen dan fungsi fundamental meupakan  tahap-tahap: planning, organizing, commanding, coordinating. Sementara itu, Luther gulick mengurutkannya lebih banyak lagi, yakni : planning, organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan budgeting dan Planning = perencanaan, Organizing = pengorganisasian, Actuating = penggiatan, pengawasan dan Controling = pengawasan.


PENGERTIAN ORGANIZING
Menurut Prof. Dr. Arifin Abdulrachman organisasi merupakan :
a. Sebagai perkumpulan atau perhimpunan, ikatan atas badan seperti organisasi politik, organisasi tani, dan organisasi buruh, dsb.
b. Sebagai rangka strukturil dalam mana pekerjaan dari banyak orang dilakukan untuk merealisasikan suatu tujuan bersama. Dengan demikian organisasi merupakan suatu systim pembagian pekerjaan, pembagian tugas dan kewajiban antara orang-orang atau group.

Sumber
Oemi Abdurrachman, M.A. Dasar-dasar public Relation 2001, hal 46.
Organizing merupakan jembatan yang menghubungkan rencana dengan pelaksanaan, yakni penggerakan atau penggiatan orang-orang yang akan dilibatkan dalam pencapaian tujuan.

Sumber
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 7-8.

KESIMPULAN
Organizing merupakan perkumpulan atau perhimpunan, suatu systim pembagian pekerjaan, pembagian tugas dan kewajiban antara orang-orang atau group, yang menghubungkan rencana dengan pelaksanaan, yakni penggerakan atau penggiatan orang-orang yang akan dilibatkan dalam pencapaian tujuan.


KOMUNIKASI MANAJEMEN 
Komonikasi manajemen (Management Communication) adalah salah satu dari sekian banyak bidang komonikasi dalam lingkungan komunikasi manusia (human communication).bidang komunikasi lainnya adalah komunikasi politik (Political Communicatiaon), komunikasi internasional (International Commonication), komunikasi antara budaya (Intercultural Communication), komunikasi pembangunan (Development communication) komunikasi tradisional (Traditional Communication), dan lain-lain 
Sumber
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy. M. A Human Relation dan Publik Relation 1972, hal 10 

Kesimpulan
Dari pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa komunikasi manajemen  adalah salah satu dari sekian banyak bidang komonikasi dalam lingkungan komunikasi manusia (human communication).bidang komunikasi lainnya adalah komunikasi politik (Political Communicatiaon), komunikasi internasional (International Commonication), komunikasi antara budaya (Intercultural Communication), komunikasi pembangunan (Development communication) komunikasi tradisional (Traditional Communication).


PELAYANAN PUBLIK
Pelayanan publik adalah sebagai pemberi layanan (melayani) keperluan orang atau masyrakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi tersebut sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah di tetapkan 

Sumber;
Widodo joko, 2001. ( DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv . citra Malang, 2010, hal. 131 )

PENGERTIAN PUBLIK
Publik adalah masyrakat secara umum itu sendiri, yang selayaknya diurus, diatur dan dilayani pemerintah sebagai administrator tetapi juga sekaligus kadang-kadang bertindak sebagai penguasa dalam pengaturan hokum tata negaranya.

Sumber ; 
Kencana Ibnu,1999. ( DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv. citra Malang, 2010, hal. 131 )

Kesimpulan
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa  pelayan public merupakan  sebagai pemberi layanan (melayani) keperluan orang atau masyrakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi dan masyrakat secara umum itu sendiri, yang selayaknya diurus, diatur dan dilayani pemerintah sebagai administrator.

MODEL PELAYANAN PUBLIK 
secara teoritik telah terjadi pergeseran paradigm pelayanan public dari model administrasi publik tradisional (old public administration) ke model manjemen publik yang baru (new public service), menuju model pelayanan publik baru(new public service). 

Sumber 
 DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv. citra Malang, 2010, hal. 150.
Model new public service, pelayanan public berdasarkan teori demokrasi yang mengajarkan egaliter dan persamaan hak diantara warga Negara. Dalam model ini kepentingan publik dirumuskan sebagai hasil dialog dari berbagai nilai yang ada di dalam masyrakat. Kepentingan public bukan dirumuskan oleh elite politik seperti yang tertera dalam aturan.

Sumber 
DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv. citra Malang, 2010, hal. 151

Kesimpulan 
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa model pelayanan publik merupakan Model new public service, pelayanan public berdasarkan teori demokrasi yang mengajarkan egaliter dan persamaan hak diantara warga Negara. Dalam model ini kepentingan publik dirumuskan sebagai hasil dialog dari berbagai nilai yang ada di dalam masyrakat.

FUNGSI PELAYANAN DAN FUGSI PEMERINTAH
Fungsi pelayanan yang dijalankan oleh pemerintah saat ini sesungguhnya sebagaiman dikatakan Rasyid(1997;11) adalah untuk melayani masyrakat. Hal ini berarti pelayanan merupakan sesuatu yang terkait dengan peran dan fungsi pemerintah yang harus dijalankannya. Peran dan fungsinya itu dimaksudkan selain untuk melindungi juga memenuhi kebutuhan dasra masyrakat secara luas guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Sumber
Rasyid (1997;11) DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv. citra Malang, 2010, hal. 128
Fungsi pemerintah secara garis besar, tugas umum dan fungsi pemerintah dalam pembangunan adalah melayani, mengatur dan memberdayakan masyrakat.
Sumber 
DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv. citra Malang, 2010, hal. 128.
Kesimpulan 
Dari  penjelasan di atas bias di ambil kesimpulan bahwa fungsi pelayanan dan pemerintah hampir sama yaitu menjalankan pemerintah saat ini sesungguhnya sebagaiman dikatakan Rasyid(1997;11) adalah untuk melayani masyrakat. Hal ini berarti pelayanan merupakan sesuatu yang terkait dengan peran dan fungsi pemerintah yang harus dijalankannya. Peran dan fungsinya itu dimaksudkan selain untuk melindungi juga memenuhi kebutuhan dasra masyrakat secara luas guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan Fungsi pemerintah secara garis besar, tugas umum dan fungsi pemerintah dalam pembangunan adalah melayani, mengatur dan memberdayakan masyrakat.

 RESPONSIFITAS PELAYANAN PUBLIK 
Responsifitas pelayanan publik adalah kemampuan organisasi untuk mengindrntifikasi kebutuhan masyrakat, menyusun prioritas kebutuhan, dan mengembangkannya ke dalam berbagai program pelayanan. Responsifitas mengukur aya tanggap organisasi terhadap tanggapan organisasi terhadap harapan, kainginan dan aspirasi serta tuntutan warga pengguna layanan. Tujuan utama pelayanan public adalah memenuhi kebutuhan masyrakat (need and affair public. Bdk. Fokus Administrasi publik).

sumber
DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv . citra Malang, 2010,   hal. 297.

Pelayanan publik non-partisan adalah system pelayanan yang menperlakukan semua pengguna layanan secara adil tanpa membeda-bedakan berdasarkan status sosil ekonomi, kesukuan, etnik, agama, kepartaian, dan sebagainya.

sumber
DR kridawati sadhana, M.S , Etika birokrasi dalam pelayanan publik cv . citra Malang, 2010,   hal. 298

Kesimpulan 
Dari penjelasan di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa responsifitas pelayanan publik merupakan kemampuan organisasi untuk mengindrntifikasi kebutuhan masyrakat, menyusun prioritas kebutuhan, dan mengembangkannya ke dalam berbagai program pelayanan. Responsifitas mengukur aya tanggap organisasi terhadap tanggapan organisasi terhadap harapan, kainginan dan aspirasi serta tuntutan warga pengguna layanan. Tujuan utama pelayanan public adalah memenuhi kebutuhan masyrakat (need and affair public. Bdk. Fokus Administrasi publik).